3 Jenis Dasar Pupuk Yang Jarang Diketahui

Layaknya manusia, tanaman juga memerlukan makanan atau nutrisi yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.

Secara alamiah sebenarnya nutrisi ini telah tersedia di alam baik dalam tanah maupun melalui air hujan. Hanya saja karena perubahan kondisi alam dan lingkungan membuat kadar nutrisi di alam bebas kurang mencukupi dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Oleh sebab itu pemberian pupuk bertujuan untuk melengkapi kekurangan zat hara dan nutrisi yang terdapat di alam.

Dahulu kala pupuk dibuat dari kotoran hewan atau dari sisa pelapukan tanaman dan arang kayu, pupuk jenis ini biasa dikenal dengan nama pupuk organik. Namun semakin berkembangnya jaman, saat ini sudah banyak dikembangkan pupuk yang berbahan dasar kimia atau anorganik.

Berdasarkan pada jenis pupuk dan kegunaannya maka pupuk dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu:

1. Pupuk Organik

Pupuk jenis ini bisa diklasifikasi berdasarkan material atau bahan yang digunakan, metode pembuatan, maupun wujud dari pupuk tersebut.

Berdasarkan material atau bahan bakunya, pupuk organik dibuat dari dedaunan hijau, kotoran hewan, atau kombinasi dari keduanya.

Sedangkan berdasarkan metode pembuatannya pupuk organik dapat dibedakan menjadi pupuk bokashi dan kompos aerob. Ada pula pupuk kompos buatan yang dibuat sendiri dan sering digunakan untuk pemupukan tanaman budidaya.

Selain itu dapat juga diklasifikasikan berdasarkan bentuknya yakni pupuk cair, serbuk atau bubuk, serta bentuk granul atau tablet.

Pupuk organik berperan sebagai sumber nutrisi yang lengkap bagi tanaman baik itu unsur makro maupun unsur mikro.

Pupuk organik mampu secara alami menggemburkan tanah yang solid dan membentuk pori-pori tanah. Selain itu pupuk organik juga dapat merekatkan tanah berpasir sehingga mampu menyimpan air.

2. Pupuk Anorganik atau Kimia

Jenis dari pupuk anorganik atau pupuk kimia bisa dibedakan menjadi dua macam yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Dalam pupuk tunggal kandungan unsur haranya hanya terdapat satu macam biasanya berupa unsur makro saja. Sedangkan pada pupuk majemuk, unsur hara yang terkandung lebih dari satu jenis yakni unsur makro dan unsur mikro.

Pupuk anorganik atau kimia mengandung beberapa unsur di dalamnya seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan secara keseluruhan.

Khususnya pada pertumbuhan daun, cabang, dan batang. Selain itu nitrogen juga berfungsi dalam proses fotosintesis tanaman serta pembentukan lemak, protein, dan senyawa organik lainnya.

Fosfor dibutuhkan tanaman untuk merangsang pertumbuhan akar. Terutama pertumbuhan akar pada tanaman muda.

Fosfor juga berperan sebagai prekusor pembentukan proteimn, membantu proses asimilasi dan pernafasan, serta mempercepat proses pembuangan dan pemasakan biji maupun buah.

Sedangkan unsur kalium berperan dalam pembentukan karbohidrat dan protein. Kalium juga berfungsi memperkuat tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah mengalami keguguran serta mampu memberikan kekuatan bagi tanaman untuk menghadapi penyakit dan kekeringan.

3. Pupuk Hayati

Jenis pupuk hayati terdiri dari organisme makhluk hidup yang mempunyai kemampuan dalam menyuburkan tanah dan menghasilkan nutrisi penting pada tanaman.

Pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik namun sebagai pembenah tanah. Oleh sebab itu berbeda dengan pupuk organik, pupuk hayati bekerja dengan menyediakan nutrisi melalui proses memfiksasi unsur seperti nitrogen dari atmosfer, melarutkan fosfor, dan mensintesis zat lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pupuk hayati berperan sebagai pembangkit kehidupan tanah atau soil regenerator yakni menyuburkan tanah dan mensuplai nutrisi bagi tanaman.

Pupuk hayati dibuat dari proses isolasi jenis bakteri tertentu, seperti bakteri Bacillus megaterium yang mampu melarutkan fosfor atau bakteri Azotobacter choococum yang mampu mengikat nitrogen.

Mikroorganisme pada pupuk hayati juga dapat mengeluarkan zat pengatur tumbuh beberapa jenis hormon pertumbuhan tanaman. Selain itu juga mampu menekan pertumbuhan organisme pengganggu tanaman.

Kualitas dari pupuk hayati bisa dilihat dari beberapa hal seperti jumlah organismenya, efektivitas dari mikroorganismenya, bahan pembawa, serta masa kadaluarsanya.